OM TELOLET OM!
Di penghujung tahu 2016, fenomena OM TELOLET OM jadi
bener-bener viral di dunia maya. Saya yang tadinya cuma menganggap ini adalah
tradisi bocah malah kena getahnya. I’ve
never though it would be this big.
Sebenarnya sudah lama sih tahu beginian. Apalagi saya sering
dikasih lihat video-video lucu. Awal denger suara telolet asli sempet kayak
geli. Somehow, it makes my body feels
like electrolyzed. Terus ketagihan lihatin video dengan hashtag
#omteloletom yang banyak banget di Instagram dan Facebook.
Saya sempat vakum dengan update-an telolet ini karena di
kalangan mahasiswa belum viral saat itu. Kemudian suatu hari saat sedang
perjalanan ke museum, teman saya ada yang bercerita tentang fenoman OM TELOLET
OM ini. Batin saya, alhamdulillah akhirnya sampai juga trend yang satu ini. Sejak
saat itu makin hebohlah dunia chatting mahasiswa saya dengan OM TELOLET OM. Juga,
saya kembali menekuni pencarian video-video dari orang-orang penggemar telolet.
Waktu sedang scroll timeline
Twitter, saya kaget bukan main. Artis-artis EDM pada update OM TELOLET OM di
tweet mereka. Ini itu seperti kebahagiaan tersendiri. Apalagi waktu Abang Zedd
dan Marshmellow yang update. Widih, gilak. Saya langsung meloncat bahagia. Yah
nggak meloncat literally sih.
Gila ini. OM TELOLET OM go international, cuy! Buat yang
dari luar sana banyak yang bertanya apa itu. Dan kita yang dari Indonesia nggak
bosen-bosennya mereply penjelasan lengkapnya dalam versi bahasa yang mereka
pahami. Sejam kemudian OM TELOLET OM seperti jadi salam wajib di dunia maya.
Bahkan ada yang sudah membuat remix-nya.
Lalu, kenapa OM TELOLET OM bisa jadi heboh begini? Secara gitu,
apa sih yang spesial dari menunggu bis di pinggir jalan, bukan untuk menaiki
namun untuk mendengar klaksonnya? Kalau dipikir-pikir sih nggak ada lah ya.
Sebenarnya di situlah letak filosofinya. You don’t need anything special to be happy.
Anda tidak butuh belanja seharian di mall, makan-makan mewah, dapet pesan
dari pacar (kalau yang ini jangan dipercaya ya, ini omongan jomblo), atau
menang undian, untuk tersenyum dan tertawa menikmati hidup. Bahwa sebenarnya
hanya dengan mendengar klakson bus saja Anda bisa merasakan kebahagiaan. Kecil sih,
tapi tetap kebahagiaan kan?
Tapi kemudian bisa jadi ini suatu ironi. Bahwa saking
kecewanya kita dengan pencapaian di tahun 2016 ini kita beralih ke klakson bus
untuk mencari kebahagiaan. Saking buruknya kenyataan yang berada di bawah
harapan, kita mencari penyelamatan di telolet itu. Bahwa suara telolet ternyata
lebih indah daripada nilai rapotmu. Bahwa suara telolet itu ternyata lebih
memuaskan daripada gajimu. Bahwa suara telolet itu ternyata lebih merangkul
daripada kumpulan teman palsumu. Bahwa suara telolet itu lebih manis dari janji
pacar-yang-sekarang-sudah-jadi-mantanmu (ups, maaf).
Tetap saja, ada yang tidak suka dengan suara telolet. Ada
yang kontra dengan OM TELOLET OM ini. Sama seperti ada yang tidak suka melihat
Anda bahagia. Mereka mencoba mem-block
kata telolet dari notifikasi mereka. Tapi hehehe, guess what, mana kita pikirin ya kan? You don’t need everybody permission to be happy. This is your life, you
deserve to hear that frigging telolet.
Komentar
Posting Komentar